Pengabdian Masyarakat UBSI Karawang Tingkatkan Literasi AI di LKSA Hj. Fajariatun ‘Asiyiyah
- account_circle Nurul Najmia
- calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cikampekhitz.com, Karawang – Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI) bersama dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang kembali menggelar kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan berlangsung di Panti LKSA Hj. Fajariatun ‘Asiyiyah pada Sabtu, 03 Oktober 2026 dengan tema “Abdimas, Think, Prompt, Create: Belajar dan Berkreasi Bersama AI”. Lewat sesi edukasi dan praktik langsung, mahasiswa mengajak anak-anak panti bagaimana cara kerja kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Mahasiswa menyelenggarakan kegiatan ini guna membekali anak-anak pemahaman dasar teknologi yang kini kian marak menunjang aktivitas belajar sehari-hari. Selama ini, tidak semua anak punya kesempatan mengenal AI secara terarah. Melalui program ini, HIMASI dan para dosen ingin memberi ruang bagi anak-anak panti untuk mencoba teknologi tersebut dengan pendampingan.
Edukasi Dasar, Pembuatan Prompt, dan Etika Penggunaan AI
Pemateri mengawali kegiatan dengan sesi edukasi yang interaktif. Mereka menjelaskan panduan memanfaatkan AI sekaligus mengulas potensi dan keterbatasan teknologi tersebut. Mereka juga memaparkan peran AI dalam membantu aktivitas belajar, seperti mencari ide, merangkum bacaan, dan menjelaskan materi pelajaran yang sulit.
Pada materi berikutnya, pemateri menjelaskan konsep prompt—instruksi tertulis agar AI memberikan jawaban tepat sasaran. Pemateri membandingkan contoh prompt spesifik dan umum, lalu menunjukkan perbedaan hasilnya. Tim kemudian menutup sesi materi dengan menerangkan etika AI, seperti mengecek ulang jawaban, tidak menyalin mentah-mentah, dan menjaga kerahasiaan data pribadi.
Salah satu dosen pendamping, Abdussomad, M.Kom., menegaskan bahwa mahasiswa sengaja mengenalkan etika penggunaan AI sejak awal. “Anak-anak perlu tahu bahwa AI itu alat bantu. Jawabannya tetap harus dicek dan dipikirkan lagi, jadi kemampuan berpikir mereka sendiri yang harus lebih dulu dilatih,” ujarnya.
Baca juga: Kehadiran Tim BSI Explore di Desa Kiarapayung dalam Pandangan Pihak Desa
Praktik Langsung Memecahkan Studi Kasus Bersama Mahasiswa
Setelah pemaparan materi, mahasiswa langsung mengajak anak-anak masuk ke sesi praktik. Mahasiswa membagi anak-anak ke dalam beberapa kelompok dan memberikan studi kasus untuk mereka pecahkan menggunakan AI. Setiap kelompok kemudian merumuskan prompt, membandingkan hasilnya, serta memilih dan menyempurnakan jawaban yang paling tepat. Mahasiswa HIMASI mendampingi setiap kelompok, membantu menyusun prompt, dan menjawab pertanyaan yang muncul selama praktik.
Ketua HIMASI, Reza Khaydir Fahlevi, mengatakan praktik langsung dipilih agar materi lebih mudah dipahami. “Kalau hanya mendengarkan penjelasan, anak-anak mungkin cepat lupa. Dengan mencoba sendiri dan memecahkan kasus bersama teman satu kelompok, mereka bisa langsung merasakan bagaimana AI bekerja,” katanya.
Suasana kegiatan berlangsung aktif. Beberapa anak tampak antusias berdiskusi dalam kelompok dan bergantian mencoba menuliskan prompt. Sebagian lainnya mengajukan pertanyaan tentang cara kerja AI dan kemungkinan memanfaatkannya untuk tugas sekolah.
Respons Positif dan Komitmen Pengabdian Berkelanjutan
Perwakilan pengurus panti, R.Yayah Lutfiah,S.Pd.I menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, materi tersebut sangat tepat menjawab kebutuhan anak-anak yang kini kian akrab dengan perangkat digital. “Mereka jadi punya gambaran tentang cara memakai AI yang benar. Harapan kami, pengetahuan ini bisa dipakai untuk menunjang belajar mereka,” tuturnya.
Bagi HIMASI, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan mahasiswa secara langsung. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga belajar menjelaskan konsep teknologi dengan bahasa yang sederhana kepada audiens yang berbeda dari lingkungan kampus.
Kegiatan di Panti LKSA Hj. Fajariatun ‘Asiyiyah berakhir setelah seluruh kelompok selesai memaparkan hasil studi kasus masing-masing. HIMASI bersama para dosen berkomitmen melanjutkan program serupa dengan menyesuaikan materi pembelajaran pada kebutuhan anak-anak panti.
Ikuti keseruannya di instagram HIMASI UBSI Karawang!!
- Penulis: Nurul Najmia
- Editor: Rahmawati Nur Intan

Saat ini belum ada komentar