Kehadiran Tim BSI Explore di Desa Kiarapayung dalam Pandangan Pihak Desa
- account_circle Rahmawati Nur Intan
- calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cikampekhitz, Karawang — Selama 21 hari mengabdi, kehadiran tim BSI Explore di Desa Kiarapayung ternyata tidak sekadar meninggalkan jejak program kerja, tetapi juga menorehkan cerita manis di hati masyarakat setempat. Pada 25 Agustus 2026, kami merenung sejenak untuk melihat kembali ke belakang, mencoba mengulik bagaimana sebenarnya pemerintah desa memandang keberadaan para mahasiswa di lingkungan mereka.
Mengabdi di desa tentu bukan cuma soal menuntaskan tugas kampus, melainkan tentang bagaimana kita membaur, beradaptasi, dan diterima oleh tuan rumah. Lalu, seperti apa sih perasaan dan tanggapan jujur dari pihak aparat desa terhadap tim BSI Explore Desa Kiarapayung?
Kedekatan Tanpa Jarak dengan Warga dan Anak-Anak
Sejak hari pertama menginjakkan kaki di Desa Kiarapayung, kami langsung berusaha melebur dengan keseharian warga. Gaya komunikasi yang cair rupanya mendapat sorotan khusus dari Bapak Sekretaris Desa (Sekdes). Beliau diam-diam mengamati bagaimana kami berinteraksi, terutama dengan anak-anak desa yang biasanya masih malu-malu jika bertemu orang baru. Bapak Sekdes mengaku takjub melihat pendekatan mahasiswa yang sangat santai dan menyenangkan.
“Tapi saya perhatikan, kok kayaknya akrab banget juga sama anak-anak gitu ya. Enjoy banget, gitu. Jadi, makanya anak-anak senang, gitu,” ungkap beliau memberikan tanggapan atas antusiasme anak-anak desa.
Komentar ini membuktikan bahwa mahasiswa sukses mendobrak batasan formalitas. Canda tawa sehari-hari yang mahasiswa bangun rupanya menciptakan kenyamanan tersendiri, membuat anak-anak desa serasa memiliki kakak baru yang seru untuk diajak bermain dan belajar.
“Penyelamat” di Tengah Panasnya Lomba 17-an
Selain menjalankan program utama kampus, momen kedatangan mahasiswa ternyata sangat bertepatan dengan semarak perayaan kemerdekaan RI. Saat itu, desa tengah menyiapkan acara perlombaan 17-an antar-dusun yang melibatkan seluruh warga. Namun, panitia desa sempat kebingungan mencari juri untuk mengisi kegiatan tersebut.
Pihak desa sadar, jika aparat desa sendiri yang menilai, risiko protes sangat tinggi karena warga dusun yang kalah bisa saja menganggap juri pilih kasih. Di sinilah tim BSI Explore di Desa Kiarapayung tampil mengambil peran krusial. Desa mendaulat mahasiswa sebagai juri karena status kami yang murni pendatang dari luar, sehingga penilaian dijamin objektif.
Mengenang momen krusial tersebut, Pak Sekdes merasa sangat lega dan terbantu. “Untungnya juga yang jadi juri itu rekan-rekan mahasiswa lah. Sepertinya netral lah. Sebab kalau kami jadi juri, waduh warga pasti pada protes tidak terima,” ceritanya sambil tertawa ringan. Kehadiran mahasiswa sukses mengawal perlombaan berjalan dengan seru, adil, dan penuh sportivitas tanpa ada ketegangan antar-warga.
Apresiasi Tulus dan Rasa Sungkan dari Pemerintah Desa
Mendekati penghujung masa pengabdian, kolaborasi intens selama tiga minggu ini menciptakan ikatan emosional yang kuat. Saking padatnya agenda desa dan program kerja, mahasiswa kerap ikut turun tangan membantu kegiatan warga dari pagi hingga larut malam. Pak Sekdes mengucapkan terima kasih atas dedikasinya selama di Desa Kiarapayung.
“Mewakili pemerintah desa, saya selaku Sekretaris Desa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua bantuan teman-teman mahasiswa. Kami sangat mengapresiasi dedikasi kalian yang tak kenal lelah membantu kegiatan desa dari pagi hingga malam hari,” ujar Pak Sekdes.
Pengabdian yang Meninggalkan Kesan di Hati
Bagi kami, ucapan tersebut adalah kesan paling berharga yang seketika menghapus semua rasa lelah. Tanggapan positif dari Pak Sekdes menjadi cerminan bahwa kehadiran tim BSI Explore di Desa Kiarapayung benar-benar memberikan manfaat nyata.
Pada akhirnya, waktu 21 hari mungkin terasa begitu singkat. Namun, rasa saling percaya, tawa anak-anak, dan kebersamaan menyukseskan acara desa akan selalu abadi menjadi cerita kebanggaan, baik bagi mahasiswa maupun warga Desa Kiarapayung.
BSI Explore 2026?.. Inspirasi membangun negeri!
Ikuti akun resmi media sosial BSI Explore untuk update kegiatan lebih lanjut!
IG: @bsiexplore, @bsiexplore_desakiarapayung, TikTok: @bsiexplore, @bsiexplore_desakiarapayung, dan YouTube: @bsiexplore
- Penulis: Rahmawati Nur Intan

Saat ini belum ada komentar