BSI Explore 2026 Eksplorasi UMKM Desa Barugbug Bersama Bu Ira Mirawati
- account_circle Amelia Zahra
- calendar_month Senin, 7 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cikampekhitz.com, Karawang – BSI Explore 2026 kembali melanjutkan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Barugbug, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang.
Setelah melakukan observasi di sekolah dan lingkungan desa, tim BSI Explore 2026 berkesempatan berdiskusi dengan Bu Ira Mirawati. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal potensi UMKM yang berkembang di Desa Barugbug.
Salah satu potensi yang menarik perhatian tim yaitu produk olahan berbahan dasar daun kelor. Masyarakat setempat mengolah tanaman tersebut menjadi berbagai makanan dan minuman yang memiliki nilai ekonomi.
Mengenal Potensi UMKM Desa Barugbug
Pertemuan bersama Bu Ira Mirawati berlangsung dalam suasana santai. Ia menjelaskan berbagai potensi UMKM yang berkembang di Desa Barugbug.
Menurut penjelasannya, daun kelor menjadi salah satu bahan yang masyarakat kembangkan menjadi produk bernilai jual. Proses tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk mengolah potensi lokal menjadi produk yang lebih beragam.
Tim BSI Explore 2026 juga mendengar cerita mengenai perjalanan pengembangan UMKM. Pembahasan mencakup pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga pemasaran produk.
Dari diskusi tersebut, mahasiswa melihat bahwa daun kelor memiliki potensi yang cukup luas. Bahan yang selama ini dikenal sebagai tanaman biasa ternyata dapat masyarakat olah menjadi berbagai produk.
Cokelat hingga Bakso Kelor
Bu Ira Mirawati kemudian memperkenalkan sejumlah produk olahan kelor kepada tim. Variasinya cukup beragam dan menarik perhatian mahasiswa.
Beberapa produk tersebut antara lain cokelat kelor, stik kelor, bakso kelor, teh kelor, dan puding kelor. Masyarakat juga mengembangkan beberapa produk olahan lainnya dengan bahan dasar daun kelor.
Inovasi tersebut membuat daun kelor memiliki bentuk yang lebih menarik bagi konsumen. Produk makanan dan minuman itu juga memiliki nilai jual yang dapat mendukung potensi ekonomi lokal.
Keberagaman produk tersebut membuat Regina, salah satu anggota tim, merasa terkejut. Ia mengaku baru mengetahui bahwa Desa Barugbug memiliki berbagai olahan berbahan dasar daun kelor.
“Wah, saya baru tahu kalau Desa Barugbug ternyata terkenal dengan olahan daun kelornya. Selama ini yang saya tahu, Desa Barugbug identik dengan bendungan,” ujar Regina.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa potensi UMKM Desa Barugbug masih belum banyak diketahui. Padahal, masyarakat telah mengembangkan berbagai produk dari sumber daya lokal.
Produksi Masih Mengikuti Pesanan
Di balik beragamnya produk kelor, Bu Ira Mirawati juga menjelaskan kondisi produksi UMKM saat ini.
Sebagian besar produk masih dibuat berdasarkan pesanan. Artinya, pelaku UMKM memproduksi olahan kelor ketika mendapat permintaan dalam jumlah tertentu.
Kondisi tersebut membuat produk belum selalu tersedia sebagai barang siap jual setiap hari. Pola produksi ini juga menjadi salah satu hal yang perlu dipahami tim saat melihat potensi pengembangan UMKM Desa Barugbug.
Informasi tersebut memberi gambaran yang lebih lengkap kepada mahasiswa. Potensi produk saja belum cukup untuk mengembangkan UMKM secara berkelanjutan.
Mahasiswa Belajar dari Pelaku UMKM
Diskusi bersama Bu Ira Mirawati juga membuka cerita mengenai berbagai tantangan dalam mengembangkan usaha. Tim BSI Explore 2026 mendapat gambaran tentang proses produksi hingga upaya memperkenalkan produk kelor kepada masyarakat.
Promosi menjadi salah satu tantangan yang turut menarik perhatian mahasiswa. Masyarakat perlu mengenal produk terlebih dahulu agar olahan kelor memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.
Pengembangan UMKM juga membutuhkan strategi pemasaran dan branding. Pemanfaatan media digital dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen.
Berbagai informasi tersebut menjadi bahan pertimbangan bagi tim BSI Explore 2026. Mahasiswa dapat melihat peluang untuk menyusun kegiatan yang mendukung perkembangan UMKM Desa Barugbug.
Eksplorasi Jadi Langkah Awal
Eksplorasi UMKM memberikan pengalaman baru bagi tim BSI Explore 2026. Mereka tidak hanya mengenal produk olahan kelor, tetapi juga mendengar langsung pengalaman pelaku usaha di Desa Barugbug.
Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa Desa Barugbug memiliki potensi ekonomi lokal yang menarik. Masyarakat memanfaatkan daun kelor dan mengolahnya menjadi berbagai produk makanan serta minuman.
Bagi mahasiswa, pengalaman ini juga menjadi bagian dari proses belajar. Kegiatan pengabdian masyarakat tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program.
Mahasiswa juga perlu mendengarkan masyarakat dan memahami potensi yang mereka miliki. Dari proses tersebut, tim dapat mencari bentuk dukungan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Eksplorasi UMKM Desa Barugbug menjadi salah satu langkah awal BSI Explore 2026 dalam mengenal potensi ekonomi lokal di Karawang. Ke depan, potensi tersebut diharapkan dapat berkembang dan semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat. Dengan dukungan yang tepat, produk olahan kelor dari Desa Barugbug dapat memiliki kesempatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
- Penulis: Amelia Zahra

Saat ini belum ada komentar