Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Dugaan Kelalaian Prosedur Disorot
- account_circle Amelia Zahra Syafitry
- calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cikampekhitz, Bandung – Insiden bayi nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Peristiwa ini memunculkan dugaan kelalaian dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP), terutama pada proses identifikasi dan penyerahan bayi.
Seorang ibu bernama Nina Saleha (37) mengalami langsung kejadian tersebut. Saat itu, ia datang ke rumah sakit untuk menjemput bayinya yang sudah dinyatakan boleh pulang.
Petugas rumah sakit seharusnya memanggil Nina untuk proses penyerahan bayi. Namun, ia tidak kunjung menerima panggilan. Nina kemudian sempat meninggalkan ruang tunggu.
Tak lama kemudian, ia merasa gelisah dan memutuskan kembali. Keputusan itu menjadi titik krusial. Ia mendapati bayinya sudah berada di tangan orang lain dan hampir dibawa keluar.
“Terus sampai saya kaget, kok anak saya, itu kan baju anak saya, selimut anak saya, pas liat mukanya itu mah anak saya, kata saya,” ujarnya.
Identitas Bayi Jadi Sorotan
Nina memastikan bayinya dari wajah, pakaian, dan selimut yang digunakan. Situasi semakin mengkhawatirkan karena gelang identitas bayi tidak terpasang saat kejadian.
Kondisi ini memicu pertanyaan besar soal pengawasan dan penerapan prosedur di rumah sakit.
Nina meminta pihak terkait menindaklanjuti kasus ini secara serius. Ia menilai risiko dari kesalahan seperti ini sangat besar.
“Harapannya saya, saya ingin ditindaklanjuti lagi aja, itu sama susternya. Takutnya ada perihal kesengajaan, atau indikasi unsur jual-beli anak,” katanya.
Evaluasi Rumah Sakit dan Penyelidikan Polisi
Pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin telah menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Manajemen juga memastikan akan melakukan evaluasi internal.
Namun, hingga kini pihak rumah sakit belum menyampaikan informasi terkait sanksi terhadap petugas yang terlibat.
Aparat kepolisian turut menaruh perhatian pada kasus ini. Mereka mulai mendalami kemungkinan adanya pelanggaran prosedur.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi fasilitas kesehatan. Rumah sakit perlu memperketat sistem keamanan dan identifikasi pasien, terutama untuk bayi yang sangat rentan terhadap kesalahan.
- Penulis: Amelia Zahra Syafitry
- Editor: Rafif Tri Mulyana

Saat ini belum ada komentar