Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Pemerintah Batasi Akses Media Sosial untuk Anak di Bawah Usia 16 Tahun

Pemerintah Batasi Akses Media Sosial untuk Anak di Bawah Usia 16 Tahun

  • account_circle Yunita Eka Salsabilla
  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Cikampekhitz, Jakarta – Pemerintah Indonesia secara resmi menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan media sosial anak di bawah usia 16 tahun. Pemerintah mengeluarkan peraturan untuk meningkatkan perlindungan anak di ruang digital dan mengurangi berbagai risiko negatif dari penggunaan internet tanpa pengawasan. Hal ini tercantum dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 yang mengatur pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak.

Melalui aturan ini, pemerintah mendorong platform digital untuk memperkuat perlindungan bagi penggunaan anak. Selain itu, pemerintah juga meminta perusahaan media sosial untuk menerapkan sistem pengecekan usia pengguna. Sistem tersebut memastikan bahwa anak-anak tidak mengakses layanan dengan risiko tinggi melalui platform digital. Dan yang rencanya akan ditetapkan penonaktifan akun anak dimulai pada 28 Maret 2026.

Tujuan Pembatasan Media Sosial

Pemerintah tidak melarang anak menggunakan internet sepenuhnya. Sebaliknya, pemerintah ingin mengatur akses media sosial agar anak-anak menggunakan teknologi secara lebih aman dan bijak.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap anak-anak dapat mengembangkan literasi digital secara bertahap. Anak juga memiliki waktu untuk membangun kesiapan emosional sebelum aktif menggunakan media sosial secara mandiri.

Di sisi lain, kebijakan ini juga bertujuan melindungi anak dari berbagai ancaman digital seperti perundungan Cyber, paparan konten negatif, hingga potensi eksploitasi di internet.

Kewajiban Platform Digital

Pemerintah juga memberikan sejumlah kewajiban kepada penyelenggara platform digital. Platform media sosial harus menyediakan berbagai fitur perlindungan bagi pengguna anak-anak.

Adapun Beberapa kewajiban tersebut antara lain:

  • Menerapkan Verifikasi usia pengguna.
  • Menyediakan fitur kontrol orang tua (parental control).
  • Mengklasifikasikan konten sesuai tingkat risiko bagi anak-anak.
  • Menyediakan Sistem pelaporan jika terjadi pelanggaran terhadap anak di ruang digital.

Dengan aturan tersebut, pemerintah ingin memastikan bahwa platform digital tidak hanya menyediakan layanan hiburan, tetapi juga menciptakan lingkungan digital yang aman bagi anak-anak.

Peran Orang Tua dan Masyarakat

Selain regulasi dari pemerintah, orang tua juga memegang peran penting dalam mengawasi aktivitas digital anak. Orang tua perlu memberikan pendampingan serta mengajarkan penggunaan internet secara bijak sejak usia dini.

Sekolah dan masyarakat juga dapat membantu menigkatkan literasi digital bagi generasi muda. Dengan kerja sama semua pihak, anak-anak dapat memanfaatkan teknologi untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi diri.

Melalui Kebijakan ini, pemerintah berharap tercipta ruang digital yang lebih sehat, aman, dan ramah anak di Indonesia.

 

 

  • Penulis: Yunita Eka Salsabilla
  • Editor: Amelia Zahra Syafitry

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Top kampus di jakarta bedasarkan UniRank

    Ini 10 Kampus Swasta Terbaik di Jakarta Versi uniRank! Apakah Kampusmu Masuk?

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle LADY
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Cikampekhitz, Jakarta – Jakarta lagi-lagi jadi pusat perhatian, bukan cuma soal bisnis atau gaya hidup, tapi juga dunia pendidikan. Dengan banyaknya perguruan tinggi yang berdiri di ibu kota, wajar kalau calon mahasiswa sering bingung menentukan pilihan. Apalagi sekarang, kampus nggak cuma dinilai dari akreditasi, tapi juga dari seberapa “terlihat” mereka di dunia digital. Nah, di […]

  • Ita Kurniawati mahasiswi UNNES yang lulus dengan novel sebagai tugas akhir.

    Dari Wattpad ke Ruang Sidang, Novel Antar Ita Kurniawati Raih Gelar Sarjana di UNNES

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Amelia Zahra
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Cikampekhitz.com, Semarang – Tidak semua mahasiswa menyelesaikan kuliah melalui skripsi. Ita Kurniawati, mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES), membuktikan hal tersebut. Ia berhasil meraih gelar sarjana melalui novel yang ia tulis sendiri. Ita mempresentasikan novel berjudul Can We Start Over dalam ujian tugas akhirnya. Novel tersebut terbit […]

  • Ilustrasi seseorang membaca e-book melalui perangkat digital

    Penyesuaian Anggaran Perpusnas Jadi Sorotan, Ini Dampaknya terhadap Layanan Literasi Digital

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Amelia Zahra Syafitry
    • visibility 111
    • 0Komentar

    cikampekhitz, Jakarta – Pemerintah menyesuaikan anggaran Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebesar 38,78 persen atau sekitar Rp279,8 miliar. Kebijakan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan tersebut memunculkan perhatian publik, terutama terkait keberlanjutan layanan literasi yang selama ini dimanfaatkan masyarakat. Layanan Digital Jadi Andalan Masyarakat Perpusnas berperan […]

  • Mahasiswa UBSI Cikampek mengadakan sosialisasi akhlak nabi dan sahabat di MI AL- Wasthiyah

    Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika Cikampek Mengadakan Sosialisasi Akhlak Nabi dan Sahabat di MI Al-Wastiyah

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Yunita Eka Salsabilla
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Cikampekhitz, Karawang – Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika mengadakan kegiatan sosialisasi di MI Al-Wastiyah. Kegiatan ini salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi Sosialisasi berlangsung dengan penuh antusias dan diikuti oleh para siswa di MI Al-Wastiyah Cikampek. Melalui kegiatan ini, berharap para siswa dapat memahami pentingnya meneladani sifat-sifat baik Nabi Muhammad Saw dan para […]

  • HIMASI UBSI Cikampek Gelar Study Club Mendeley, Tingkatkan Keterampilan Akademik Mahasiswa

    HIMASI UBSI Cikampek Gelar Study Club Mendeley, Tingkatkan Keterampilan Akademik Mahasiswa

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Hani Choerunnisa
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Cikampekhitz, Karawang — Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cikampek menyelenggarakan kegiatan Study Club Mendeley pada Sabtu (17/10/2026) di Kampus UBSI Cikampek. Mengusung tema “Mendeley Skills: Bekal Mahasiswa dalam Menyusun Karya Ilmiah”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam menyusun paper ilmiah serta mengelola referensi akademik. Kegiatan ini […]

  • Pelajar Gelar Gerakan Menabung Sejak Dini, Antusias Warga Meningkat

    Pelajar Gelar Gerakan Menabung Sejak Dini, Antusias Warga Meningkat

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Nanda olivia syakieb
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Cikampekhitz,Cikampek, 1 Juni 2026 – Sekelompok pelajar mengadakan program edukasi keuangan untuk mengajak anak-anak dan masyarakat membiasakan budaya menabung sejak dini. Kegiatan tersebut berlangsung di balai warga dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Dalam program ini, para pelajar memberikan penjelasan mengenai pentingnya mengelola uang dengan baik, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta cara menabung secara konsisten. […]

expand_less