Belajar Tata Krama, Tim BSI Explore Ajak Siswa Kelas 6 Biasakan Empat Kata Sederhana
- account_circle Amelia Zahra
- calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cikampekhitz.com, Karawang – Tim BSI Explore 2026 mengajak siswa kelas 6 SDN Barugbug 1 belajar tata krama melalui berbagai contoh sederhana. Pembelajaran berlangsung dengan obrolan dan situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Siswa diajak memahami cara bersikap kepada guru, orang yang lebih tua, teman sebaya, dan orang-orang di sekitar. Selain itu, Tim BSI Explore mengenalkan empat kata sederhana yang penting dalam berinteraksi, yaitu “permisi”, “tolong”, “terima kasih”, dan “maaf”.
Pembelajaran berlangsung dengan suasana santai. Dengan cara tersebut, siswa dapat memahami bahwa tata krama bukan sekadar aturan, tetapi juga bentuk penghargaan kepada orang lain.
Belajar Sopan kepada Guru dan Orang yang Lebih Tua
Kegiatan diawali dengan pembahasan tentang adab kepada guru dan orang yang lebih tua. Tim BSI Explore mengajak siswa berdiskusi mengenai cara berbicara dengan sopan dan mendengarkan ketika orang lain berbicara.
Selanjutnya, tim memberikan beberapa contoh situasi yang sering siswa temui. Misalnya, cara meminta izin ketika ingin meninggalkan ruangan dan cara bertanya kepada guru.
Tim juga mengajak siswa membahas sikap ketika bertemu dengan orang yang lebih tua. Melalui contoh tersebut, siswa dapat melihat penerapan tata krama dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu kebiasaan yang mendapat perhatian adalah penggunaan kata “permisi”. Siswa dapat menggunakan kata tersebut ketika ingin melewati orang lain atau meminta perhatian seseorang.
Dengan contoh yang dekat dengan keseharian, siswa lebih mudah menghubungkan materi dengan kebiasaan mereka. Mereka juga dapat memahami bahwa sikap sopan tidak membutuhkan tindakan yang rumit.
Menghargai Teman Sebaya
Selain membahas adab kepada guru dan orang yang lebih tua, Tim BSI Explore mengajak siswa memahami pentingnya menghargai teman sebaya.
Siswa berdiskusi tentang cara berbicara tanpa menyakiti perasaan, menghargai pendapat teman, serta menghindari kebiasaan mengejek atau merendahkan orang lain.
Tim juga menjelaskan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Ketika menghadapi masalah, siswa dapat menyelesaikannya melalui pembicaraan yang baik tanpa langsung menyalahkan teman.
Salah satu siswa kelas 6 ikut menyampaikan pendapatnya.
“Kalau sama teman juga harus tetap sopan, Teh. Soalnya kalau ngomong sembarangan bisa bikin teman sakit hati.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa siswa mulai memahami pentingnya menjaga perkataan saat berinteraksi. Cara berbicara yang baik dapat membantu menjaga perasaan dan hubungan dengan teman.
Membiasakan Empat Kata Sederhana
Dalam pembelajaran tersebut, Tim BSI Explore juga mengenalkan empat kata yang sederhana tetapi memiliki makna penting. Keempat kata itu adalah “permisi”, “tolong”, “terima kasih”, dan “maaf”.
Kata “permisi” digunakan ketika seseorang ingin melewati orang lain atau meminta izin. Sementara itu, “tolong” dapat digunakan ketika membutuhkan bantuan.
Kemudian, “terima kasih” menjadi bentuk apresiasi setelah seseorang menerima bantuan atau kebaikan. Adapun “maaf” digunakan ketika seseorang melakukan kesalahan.
Salah satu siswa lainnya turut memberikan pendapat.
“Kadang kata-katanya gampang, tapi kita suka lupa ngucapinnya. Padahal kalau dibiasain-kan jadi enak ke orang lain.”
Pendapat tersebut menjadi salah satu bagian menarik dalam pembelajaran. Siswa menyadari bahwa mengucapkan kata-kata sopan memang sederhana, tetapi perlu dibiasakan.
Tata Krama Dimulai dari Kebiasaan Kecil
Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa tata krama dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Menghormati guru, menghargai orang yang lebih tua, menjaga perasaan teman, serta menggunakan kata-kata sopan dapat mereka terapkan setiap hari.
Bagi Tim BSI Explore 2026, pembelajaran ini menjadi kesempatan untuk mengenalkan adab dengan cara yang dekat dengan keseharian siswa. Diskusi dan contoh situasi membuat materi terasa lebih mudah diterima.
Lebih dari itu, kebiasaan baik tidak hanya perlu siswa terapkan saat berada di sekolah. Mereka juga dapat membawanya ke rumah dan lingkungan sekitar.
Dengan membiasakan empat kata sederhana serta menjaga sikap kepada orang lain, siswa dapat belajar menghargai orang-orang di sekitarnya sejak hal kecil.
- Penulis: Amelia Zahra

Saat ini belum ada komentar