Wujudkan Pesantren Cerdas Digital, Dosen UBSI Karawang Edukasi Cyber Hygiene di Pondok Pesantren Nuurudzholaam Purwakarta
- account_circle Amelia Zahra
- calendar_month Senin, 12 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cikampekhitz.com, Karawang – Tim dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kabupaten Karawang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PM) di Pondok Pesantren Nuurudzholaam (NUZO) Purwakarta, Minggu (11/10/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Penyuluhan Cyber Hygiene dan Edukasi Keamanan Data Pribadi bagi Santri Tingkat SMA”.
Acara dimulai pukul 08.00 WIB di kompleks Pondok Pesantren Nuurudzholaam, Kampung Dangdeur RT 10/05, Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta. Melalui kegiatan ini, tim dosen UBSI mengajak para santri meningkatkan kesadaran tentang pentingnya keamanan digital. Selain itu, edukasi ini mendorong santri agar lebih bijak saat menggunakan teknologi dan media sosial.
Dosen UBSI Karawang Edukasi Santri tentang Keamanan Siber
Ketua Pelaksana Kegiatan, Slamet Maryoso, menjelaskan bahwa program ini berfokus pada peningkatan literasi keamanan siber bagi santri tingkat SMA. Tim dosen merancang kegiatan tersebut untuk membantu santri mengenali berbagai ancaman digital sekaligus menerapkan kebiasaan berinternet yang aman.
“Kegiatan ini bertujuan mewujudkan ekosistem Pondok Pesantren Nuurudzholaam Purwakarta yang cerdas dan aman secara digital melalui peningkatan literasi keamanan siber bagi para santri tingkat SMA. Secara khusus, kami ingin membangun kesadaran santri dalam mendeteksi ancaman digital seperti phishing, membekali mereka dengan keterampilan praktis cyber hygiene seperti manajemen kata sandi yang kuat dan aktivasi otentikasi ganda (2FA), serta memberikan pemahaman regulasi mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan identitas digital berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP),” ujar Slamet Maryoso.
Melalui materi tersebut, tim dosen mengajak santri mengenali ancaman phishing yang berpotensi mencuri informasi pribadi. Para peserta juga mempelajari pentingnya menggunakan kata sandi yang kuat dan mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA). Dengan bekal tersebut, santri diharapkan lebih waspada ketika mengakses layanan digital.
Pihak Pesantren Apresiasi Edukasi Keamanan Digital
Pendiri sekaligus Ketua Lembaga Pendidikan Islam Pondok Pesantren Nuurudzholaam, H. Dede Ali, S.Pd., mengapresiasi inisiatif tim dosen UBSI Karawang. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan tujuan dan misi pesantren dalam membentuk generasi islami yang mampu mengikuti perkembangan teknologi.
“Selaras dengan tujuan dan misi pondok, melalui kegiatan ini diharapkan santri tingkat SMA di Pondok Pesantren Nuurudzholaam Purwakarta dapat bertransformasi menjadi generasi islami yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga cerdas, waspada, dan aman dalam mengoperasikan ekosistem digital, khususnya media sosial yang tanpa batas,” tutur H. Dede Ali.
Menurutnya, kemampuan menggunakan teknologi perlu diimbangi dengan kesadaran menjaga keamanan diri di ruang digital. Oleh karena itu, edukasi seperti ini diharapkan membantu santri menggunakan media sosial secara lebih bijak dan bertanggung jawab.
Dosen dan Mahasiswa UBSI Bersinergi dalam Kegiatan PM
Dalam kegiatan ini, Zulia Imami Afianti bertindak sebagai tutor utama dan menyampaikan materi secara interaktif. Sementara itu, Mike Amelia dan Surtika Ayumida turut mendampingi sesi edukasi. Keduanya memberikan arahan serta panduan praktis agar para peserta lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Selain melibatkan para dosen, kegiatan PM ini juga mengikutsertakan mahasiswa semester 1 Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik dan Informatika UBSI Kampus Kabupaten Karawang. Para mahasiswa membantu menyiapkan perlengkapan, mendokumentasikan kegiatan, serta mengelola konsumsi. Dengan demikian, kolaborasi antara dosen dan mahasiswa turut mendukung kelancaran acara.
Melalui kegiatan ini, UBSI Karawang berharap para santri Pondok Pesantren Nuurudzholaam dapat menerapkan kebiasaan digital yang aman dalam kehidupan sehari-hari. Selain melindungi data pribadi, santri diharapkan mampu mengenali ancaman siber dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Pada akhirnya, pengetahuan tersebut diharapkan mendorong mereka menjadi pelopor pemanfaatan teknologi yang aman di lingkungan masyarakat.
- Penulis: Amelia Zahra

Saat ini belum ada komentar