Mantan Menhan Juwono Sudarsono Wafat di Usia 84 Tahun
- account_circle Amelia Zahra Syafitry
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cikampekhitz, Jakarta – Indonesia kembali berduka. Mantan Menteri Pertahanan, Juwono Sudarsono, wafat dunia pada Sabtu, 28 Maret 2026, pukul 13.45 WIB di RSPI Pondok Indah.
Pihak keluarga menyampaikan kabar duka ini melalui pesan yang beredar di kalangan kerabat. Dalam pesan tersebut, keluarga mengabarkan wafatnya Juwono sekaligus memohon doa.
“Selamat Siang Bapak. Mohon ijin melaporkan informasi dr Putra Pak Juwono Sudarsono: Innalillahi wa innailaihi rojiun. Telah meninggal dunia Prof. Dr. Juwono Sudarsono, Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Bersatu pada Sabtu, 28 Maret 2026, jam 13:45 di RSPI Pondok Indah, Jakarta,” demikian isi pesan tersebut.
Berperan di Masa Transisi Reformasi
Selama berkarier, Juwono Sudarsono memainkan peran penting dalam sektor pertahanan Indonesia. Terlebih lagi, ia masuk ke Kementerian Pertahanan saat Indonesia berada di masa transisi pasca-reformasi.
Saat itu, ia membawa pendekatan yang lebih akademis dan strategis. Dengan pendekatan tersebut, ia mengarahkan kebijakan pertahanan ke arah yang lebih modern.
Selain itu, ia menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada era Abdurrahman Wahid. Kemudian, ia kembali memimpin kementerian yang sama pada masa Susilo Bambang Yudhoyono.
Dorong Profesionalisme TNI
Dalam masa jabatannya, Juwono mendorong profesionalisme Tentara Nasional Indonesia (TNI). Di sisi lain, ia memperkuat peran kontrol sipil dalam sistem pertahanan negara.
Oleh karena itu, ia membangun fondasi pertahanan yang lebih seimbang antara kekuatan militer dan kebijakan sipil. Hingga kini, banyak pihak masih merasakan dampak dari kebijakan tersebut.
Aktif di Dunia Akademik
Selain berkiprah di pemerintahan, Juwono juga aktif di dunia akademik, khususnya dalam bidang hukum internasional. Bahkan, ia kerap menyusun gagasan strategis yang kemudian menjadi rujukan kebijakan pertahanan nasional.
Gaya kepemimpinannya cenderung tenang dan berbasis kajian. Selain itu, ia lebih mengutamakan substansi dibanding sorotan publik. Karena itu, banyak kalangan menilai pendekatannya mampu memperkuat sistem pertahanan yang adaptif.
Rencana Pemakaman
Sementara itu, pihak keluarga merencanakan pemakaman di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, pada 29 Maret 2026.
Kepergian Juwono Sudarsono meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, dunia pertahanan, akademik, serta pemerintahan Indonesia.
- Penulis: Amelia Zahra Syafitry

Saat ini belum ada komentar