Sering Overthinking Setelah Scroll Media Sosial? Ini Penjelasannya
- account_circle Amelia Zahra Syafitry
- calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cikampekhitz – Di era digital seperti sekarang, informasi bisa diakses dengan sangat mudah dan cepat. Dalam hitungan detik, seseorang dapat mengetahui berbagai kabar terbaru dari seluruh dunia hanya melalui ponsel di tangan. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul fenomena yang semakin sering dirasakan banyak orang, yaitu overthinking.
Banjir Informasi Membuat Pikiran Mudah Penuh
Overthinking atau berpikir secara berlebihan sering muncul ketika seseorang menerima terlalu banyak informasi dalam waktu singkat. Berita datang silih berganti, notifikasi media sosial terus bermunculan, dan berbagai opini dari banyak orang di internet ikut memenuhi ruang pikiran.
Kondisi tersebut membuat pikiran terus bekerja tanpa henti. Tanpa disadari, seseorang mulai memikirkan banyak hal sekaligus, bahkan hal-hal yang sebenarnya belum tentu terjadi.
Kebiasaan Membandingkan Diri di Media Sosial
Media sosial juga sering memicu kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Ketika melihat pencapaian orang lain, sebagian orang mulai mempertanyakan dirinya sendiri, apakah yang dilakukan selama ini sudah cukup atau belum.
Perasaan tertinggal, kurang berhasil, atau merasa belum cukup baik sering muncul setelah melihat berbagai unggahan di media sosial. Jika dibiarkan, pikiran seperti ini bisa memicu overthinking yang berkepanjangan.
Fenomena ini tidak hanya dialami oleh orang dewasa. Banyak generasi muda, termasuk mahasiswa, juga merasakan hal yang sama. Tekanan akademik, rencana masa depan, hingga ekspektasi dari lingkungan sekitar sering membuat pikiran terasa semakin penuh.
Cara Sederhana Mengurangi Overthinking
Meski demikian, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi kebiasaan overthinking. Salah satunya adalah membatasi konsumsi informasi yang tidak terlalu penting atau belum jelas kebenarannya.
Mengurangi waktu penggunaan media sosial juga dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang. Selain itu, seseorang bisa mencoba melakukan aktivitas lain, seperti berjalan santai di luar ruangan atau melakukan kegiatan yang disukai.
Hal yang tidak kalah penting adalah fokus pada hal-hal yang memang dapat dikendalikan. Tidak semua hal harus dipikirkan secara berlebihan.
Pentingnya Mengelola Pikiran di Era Informasi
Di tengah arus informasi yang bergerak sangat cepat, kemampuan untuk mengelola pikiran menjadi hal yang penting. Dengan memahami batasan diri dan tidak terlalu tenggelam dalam berbagai informasi, seseorang dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan nyaman.
- Penulis: Amelia Zahra Syafitry

Saat ini belum ada komentar